SMS Ancam Bunuh Jokowi Bukan Gaya Bahasa ISIS - MEDIA ONLINE

Hot

Saturday, March 21, 2015

SMS Ancam Bunuh Jokowi Bukan Gaya Bahasa ISIS


JAKARTA - Ancaman teror terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilayangkan melalui pesan berantai menarik perhatian petugas kepolisian. Pesan yang mengatasnamakan kelompok militan ISIS dan mengaku berasal dari Lampung Timur, Provinsi Lampung, itu pun langsung diselidiki dan diburu pihak kepolisian.

Pengamat teroris, Al Chaidar, mengatakan, Jokowi serta sejumlah pihak yang masuk di isi ancaman tersebut sebaiknya tidak perlu berlebihan dalam memberi respons. Pasalnya, dari diksi atau bahasa yang digunakan peneror di pesan itu tidak mencerminkan kelompok radikal ISIS. 

"Kalau dari pilihan diksi itu bukan bahasa yang biasa dipakai oleh kelompok radikal, terus menyebut tentang narkoba dan sebagainya itu jarang menjadi concern ISIS, lalu soal kerja sama dan sebagainya itu juga enggak ada. Itu hanya orang yang mengatasnamakan ISIS," ujarnya saat berbincang, Jumat (20/3/2015).

Al Chaidar menjelaskan, biasanya kelompok radikal seperti ISIS menggunakan bahasa yang Islami, misalnya dengan mengutip beberapa sumber mengenai konsep jihad dan sebagainya. Bukan seperti isi pesan teror yang dilayangkan ke Presiden Jokowi tersebut.

"Bahasa yang Islami atau mengutip beberapa semacam konsep jihad atau apa. Kalau seperti itu saya kira bisa diyakini dibuat ISIS, tapi kalau bahasanya seperti itu (pesan teror ke Presiden Jokowi), itu bukan bahasa ISIS," tuturnya, seperti dilansir Okezone.

Sebagaimana diketahui, beredar pesan berantai yang memuat ancaman terhadap Presiden Jokowi. Adapun isi pesan tersebut yakni:

"Semua Kepolisian mau kami habisi. Tinggal tunggu waktu. Kami anggota ISIS sudah sakit hati… juga Jokowi harus mati.

Kami tidak main2. Kami ISIS, akan menghancurkan Polri, Jaksa Agung, dan Presiden kurus. Telah memvonis bahwa narkoba perusak generasi, padahal narkoba ini membuat orang bersemangat, kalau orang mau mati ya mati dong bukan narkobanya. Juga ISIS, kami telah dijelek2an bahwa kami pemberontak, tapi kami hanya merekrut untuk bekerja sama, toh mereka kami gaji. Seolah2 kalian paling benar. Liat tuh pengeruk uang rakyat, kok nyantai aja.

Kami telah instruksi anggota kami untuk bersiap2 menghancurkan kalian. Kami dari Lampung Timur, markas kami di Sumur Kucing Lampung Timur." (*)

Post Top Ad