![]() |
| Aldi Subantono |
MEDAN - Polisi mengaku belum mendapatkan informasi dan laporan soal beredarnya isu "kakek sarung" yang mencari tumbal nyawa manusia di Kota Medan dan sekitarnya.
Informasi yang beredar melalui media sosial dan Blackberry Messenger di masyarakat, ada lima korban jiwa di sekitar wilayah Sunggal. Namun, Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Aldi Subantono membantah adanya korban kakek sarung di wilayah hukumnya.
"Tidak ada laporan dari warga terkait isu kakek sarung itu. Kepala Dusun dan Kepala Desa juga tidak ada yang melaporkan perihal tersebut," jelas Aldi, Sabtu (14/3/2015).
Kapolsek menambahkan jika isu itu tidak benar dan dirinya meminta agar masyrakat tidak terpengaruh dengan isu tersebut.
"Kami antisipasti terkait isu tersebut. Warga jangan resah karena isu tersebut tidak benar, isu tersebut hanya hoax saja," tegasnya, seperti dilansir Okezone.
Sebelumnya, warga Medan diresahkan dengan isu soal kakek sarung. Informasi yang beredar di masyarakat, kakek sarung adalah seorang kakek yg meminta sedekah dari rumah ke rumah. Sembari meminta sedekah, ia juga menawarkan sebuah kain sarung dengan harga yang murah berkisar Rp5.000 sampai Rp10.000.
Namun, jika warga tidak mau membeli sarung yang ditawarkan, kakek itu akan marah dan menangis sampai membuat orang-orang iba kepadanya. Kemudian orang yang membeli kain tersebut tak lama akan tewas karena mereka di jadikan tumbal oleh kakek sarung. (*)
