LAMPUNGONLINE - Menjadi begal motor ternyata harus menjalani pelatihan terlebih dahulu dari para seniornya. Seperti yang dialami Serbo. Begal sadis asal Lampung ini mendapatkan pelatihan langsung dari Tohir, pimpinan begal sadis ini. Untuk menjadi seorang begal sadis tidak serta merta begitu saja. Dia pun sempat melakukan pelatihan membegal motor di kawasan Depok dengan modus berpura-pura sebagai debt collector.
Menjadi seorang debt colector merupakan latihan tahap pertama untuk diterima menjadi anggota komplotan begal. Serbo yang merupakan komplotan begal asal Lampung ini mengatakan, cara komplotan begal Lampung biasanya terkenal sadis. Mereka tak segan-segan melukai atau bahkan membunuh korban apabila korban melawan, seperti dilansir Modifikasi, Senin (16/3/2015).
Selain itu sebuah keterangan mengerikan datang dari pengakuan begal yang berhasil di tangkap di Surabaya. Seorang begal berinisial AW mengatakan bahwa dalam 'pelatihan' membegal, pelaku pembegalan secara tidak langsung telah dilatih cara melumpuhkan korban dengan cepat. Salah satunya, senjata tajam diarahkan ke bagian tubuh yang membuat korban jatuh dan tidak berdaya.
Misalnya, begal mengincar motor biasanya akan melakukan sabetan senjata tajam ke arah tangan korban. Harapannya, korban akan terjatuh dan motor bisa dengan mudah dibawa kabur. Jika tidak jatuh juga biasanya sang begal telah memiliki senjata cadangan. Yaitu, sebongkah paving blok yang digunakan untuk dilemparkan ke arah bagian kepala sang korban.
Ilmu pelatihan menjadi begal tidak hanya terkait dengan melumpuhkan korban. Tapi, juga berbagi peran. Ada pembagian tugas yang direncanakan dengan matang sebelum mereka melakukan aksi sadisnya. Ada yang bertindak sebagai joki alias sopir motor saat membegal. Ada juga yang bertugas memepet motor korban.
Selain itu ada peran lain yang tak kalah pentingnya yaitu seseorang yang bertugas untuk menyabetkan parang atau melempari korban dengan paving blok sampai tak berdaya. Setelah korban tidak bisa melawan, pelaku yang berperan mengambil barang segera beraksi. Barang yang dirampas berupa handphone, dompet, ataupun motor milik korban.
Begal biasanya mencari anggota dengan cara merekrut anak-anak muda yang salah pergaulan dan korban rumah tangga yang telah hancur. Biasanya sang perekrut mengajak berteman dengan cara memberikan perhatian yang lebih, setelah itu mereka akan diajak nongkrong-nongkrong, lalu mengarah ke minum-minuman keras, lalu melakukan tindakan kriminal kecil seperti pencopetan, pemalakan, dan penjambretan.
Setelah dianggap sukses dan lolos seleksi biasanya sang pimpinan begal baru mengajarkan pelatihan menjadi seorang begal sadis dengan cara menggunakan senjata tajam. Dalam latihannya biasanya para calon begal ini diajarkan bagaimana cara menggunakan senjata tajam. Parang merupakan senjata yang biasa digunakan para begal untuk melukai korbannya.
Sebelum dan sesudah beraksi, mereka biasanya melakukan ritual minum miras, hal itu dilakukan guna menambah rasa percaya diri saat merampas motor. Selain itu biasanya mereka juga mengkonsumsi narkoba jenis koplo. (*)
