![]() |
| ilustrasi |
MEDAN - Seorang kakek penjual sarung yang mencari tumbal ilmu hitam dengan menjajakan sarung seharga Rp 5.000 menghebohkan Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya. Dari broadcast BBM yang beredar, disebutkan bahwa siapa pun yang membeli sarung sang kakek pencabut nyawa ini akan meninggal. Pasalnya sarung yang dijual kakek itu sejatinya kain kafan demi pesugihan. Benarkah isu ini?
Salah satu broadcast BBM yang menyebarkan gosip keberadaan Kakek Sarung mengungkap, warga Medan dan sekitar harus waspada jika bertemu dengan sosok orang tua yang membawa sarung, dan menawarkannya dengan harga murah. Sarungnya sudah jelek, sehingga sebagian besar warga yang ditawari akan menolak. Namun, sang kakek konon bakal menangis seperti bayi untuk mengundang simpati.
Nantinya, setelah sang kakek pergi, sarung itu menjelma sebagai kain kafan. Warga yang membelinya langsung meninggal. Warga tersebut cuma dijadikan tumbal bagi pesugihan sang kakek. Disebutkan pula dalam broadcast BBM, beberapa wilayah di Medan dan sekitarnya sudah dijamah oleh kakek tua tersebut, sehingga warga diharapkan waspada.
Keresahan yang disebabkan oleh isu kakek sarung ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, belum ada bukti valid bahwa kakek sarung tersebut benar-benar nyata. Bukan tidak mungkin, isu kakek sarung ini bakal membuat warga Medan dan sekitarnya curiga berlebihan terhadap setiap orang yang terlihat uzur yang berjalan sendirian, walaupun mungkin sejatinya orang tua tersebut hanya pengemis atau malah sangat membutuhkan pertolongan.
Dilaporkan oleh Tribun Medan, yang dilansir Sidomi, Sabtu (14/3/2015), isu kakek sarung membuat sebagian warga enggan beraktivitas dan keluar rumah. Namun, hikmah yang bisa dipetik adalah, hendaknya siapa pun waspada dan berjaga-jaga jika bertemu dan diiming-mingi sesuatu oleh orang asing yang tidak dikenali. (*)
