KPU Bandar Lampung akan Dirikan Pusat Pendidikan Pemilih - MEDIA ONLINE

Hot

Monday, March 30, 2015

KPU Bandar Lampung akan Dirikan Pusat Pendidikan Pemilih


BANDAR LAMPUNG - Selama ini kegiatan pendidikan pemilih untuk masyarakat hanya digelar secara sporadis dan tidak terkonsolidasi. Pendidikan pemilih hanya dilakukan pada saat Pemilu akan digelar, sehingga tidak berlangsung secara terus menerus. Demikian disampaikan Komisioner KPU Bandar Lampung, Fadilasari, saat menjadi pembina upacara dalam apel mingguan di halaman KPU Bandar Lampung, Senin ( 30/3/2015).

Ke depan, sudah selayaknya KPU Bandar Lampung mendirikan pusat pendidikan pemilih, yang akan bekerja secara kontinu, terstandar, dan terlembaga. Pusat pendidikan pemilih ini akan bekerja sepanjang waktu, tidak hanya saat Pemilu akan berlangsung saja. Hal itu sesuai dengan pilot project yang dicanangkan KPU RI, bahwa ada 9 KPU propinsi dan 18 KPU kabupaten kota yang akan menjadikan percontohan pusat pendidikan pemilih pada tahun 2015 ini.

Fadilasari yang juga Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Pemilih KPU Bandar Lampung menjelaskan, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum mendirikan pusat pendidikan pemilih itu. 

“Pertama adalah siapa yang akan menjadi target kegiatan (audience), apakah mereka akan termotivasi setelah mengikuti kegiatan itu, dan apakah kelompok target itu akan datang ke pusat pendidikan pemilih tersebut,” ujarnya di hadapan peserta upacara, yang terdiri dari staf sekretariatan dan komisioner KPU Bandar Lampung.

Diantara kelompok sasaran yang perlu dipilih oleh KPU Bandar Lampung untuk menjadi audience atau target dalam kegiatan ini adalah siswa sekolah dasar, pemilih pemula (siswa SMU/mahasiswa), kelompok perempuan, disable, marginal, kelompok agama, dan sebagainya.

“Pendekatan yang dilakukan untuk masing-masing kelompok sasaran ini tidak sama, sehingga KPU Bandar Lampung harus benar-benar siap mempersiapkan content materi yang akan disampaikan, karena harus disesuaikan dengan kondisi dan pemahaman mereka,” katanya, seperti dilansir dari laman Kpu-bandarlampungkota.go.id.

Pola yang pendidikan yang akan diterapkan, diantaranya dengan pemutaran film dokumenter tentang Pemilu, pemberian materi HAM, demokrasi dan kepemiluan, simulasi, hingga pemberian souvenir. Mantan jurnalis Metro TV ini menambahkan, KPU Bandar Lampung akan bekerja sama dengan berbagai pihak agar kelompok target itu bisa datang ke pusat pendidikan pemilih.

“Diantaranya bekerja sama dengan dinas pendidikan, pihak sekolah dan universitas, khusus untuk para pelajar dan pemilih pemula. Sedangkan untuk kelompok marginal dan disable akan bekerja sama dengan NGO yang menjadi pendamping mereka,” tegas Fadilasari. (*)

Post Top Ad