Jatuh di Kamar Mandi, Aktivis 98 Haryanto Taslam Kritis - MEDIA ONLINE

Hot

Saturday, March 14, 2015

Jatuh di Kamar Mandi, Aktivis 98 Haryanto Taslam Kritis

Haryanto Taslam Didampingi Keluarga di ICU RS Medistra (Foto: Eros Djarot)

JAKARTA - Aktivis 98 yang kini politisi Partai Gerindra, Haryanto Taslam, Jumat (13/3/2015) malam ini dikabarkan kritis di ICU Rumah Sakit Medistra, Pancoran, Jakarta Selatan. Anggota keluarga dan kerabat meminta doa untuk politisi senior tersebut.

"Saat ini kondisi pak Haryanto Taslam sudah dalam keadaan sangat kritis. Dokter sendiri mengatakan secara medis sudah tak tertolong lagi," ujar sahabat Haryanto, Eros Djarot saat dihubungi, Jumat malam. Eros berada di rumah sakit mendampingi. 

Haryanto dilarikan ke rumah sakit siang ini karena didapati jatuh dengan posisi telungkup di kamar mandi. 

"Begitu di rumah sakit, menurut keterangan dokter, secara medis otaknya sudah tak berfungsi. Jadi saat ini sedang menunggu saat-saat saja. Secara mesid sudah tak dimungkinkan," jelas Eros.

Sejak siang tadi, beberapa kerabat dan teman mantan loyalis PDI pro Megawati (PDIP) yang pernah diculik pada 1998 ini telah berdatangan untuk menjenguk. Mereka juga menguatkan anggota keluarga Haryanto di saat-saat kritis tersebut. 

"Tadi sudah banyak yang ke sini. Tadi ketua MPR juga sempat datang, pokoknya semua sudah diberi tahu dan kaget ya, karena beliau tidak pernah memberitahukan tentang penyakitnya kepada orang lain," ucap Djarot.

Haryanto menurut Djarot telah menderita gagal ginjal selama beberapa waktu. "Sebelumnya memang sudah 3 kali dalam seminggu cuci darah untuk penyakit gagal ginjal," sambungnya. Ia pun meminta doa yang terbaik dari masyarakat untuk sahabatnya itu.

"Kita minta kepada teman-teman semua yang kenal dia selama di PDIP, saat di Gerindra juga, minta doanya supaya dilancarkan," imbuhnya.

Aktivis 98
Haryanto Taslam, 40 hari diculik bersama aktivis pro demokrasi. Saat Haryanto diinterogasi orang bertopeng, suara dengan nada berwibawa didengar mantan politisi PDIP itu.

Hal itu disampaikan mantan Ketua MPR Amien Rais dalam peluncuran buku Haryanto Taslam bertajuk '40 Hari Digenggaman Kekuasaan' di Restoran Sindang Reret, Jl Wijaya I no 43, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008) silam.

"Dalam keadaan matanya ditutup, dan keadaan putus asa selama 24 jam, hanya 2 jam istirahat dan diputarkan musik keras-keras itu luar biasa. Dia diintegorasi oleh orang bertopeng itu bisa saja Letkol, bisa saja Sersan. Menurut Haryanto Taslam suaranya berwibawa sekali. Siapa lagi kalau bukan..Ya itu," ujar Amien tidak melanjutkan kalimatnya. 

Amien menilai, Haryanto merupakan orang yang mempunyai komitmen untuk memperbaiki bangsa dengan berani mengambil risiko. (*)

Post Top Ad