![]() |
| Begal asal Lampung Utara, Serbo alias Abu yang ditangkap Polisi Jakarta. (ist) |
LAMPUNG UTARA - Berniat hendak kabur ke Jakarta dan berusaha melawan petugas saat akan ditangkap, tersangka begal Sukron alias Ucok (20) warga Jalan Ahmad Akuan, Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara, terjungkal ditembakl petugas Satuan Intelkam Polres Lampung Utara, di terminal Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (20/3/2015).
“Tersangka dilumpuhkan di bagian betis kanannya, karena mencoba lari dari sergapan petugas,” kata Wakapolres Lampung Utara, Deden Heksaputera Sanusi. Menurut mantan Kapolsek Tanjungkarang Barat (TKB) Bandar Lampung itu, tersangka diamankan karena telah merampas motor jenis Mio BE-4361-JT milik Verawati (18) warga Jalan Ahmad Akuan, Kelurahan Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara.
Dari keterangan korban dan hasil penyelidikan, semuanya mengarah kepada tersangka, sehingga polisi langsung memburunya. Berdasarkan informasi, tersangka berencana akan kabur ke Jakarta. Petugas Intel langsung melakukan penyisiran ke Terminal Rajabasa, Bandar Lampung dan meringkusnya.
“Saat diminta untuk menunjukkan keberadaan motor korban, tersangka berupaya melarikan diri dengan melawan petugas. Takut buruan lolos, petugas pun mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan betis kanannya,” ungkap Deden.
Menurut Verawati, saat kejadian dirinya berboncengan motor dengan adiknya Lisa Rahmawati (17) hendak pulang. Namun di tengah perjalanan, tersangka mencegat dan memaksa korban untuk menghentikan laju motor dengan menodongkan sebilah golok panjang kepada korban. Karena takut, korban pun berhenti dan hanya bisa pasrah saat tersangka merampas kunci kontak dan membawa kabur motornya.
“Setelah kejadian itu saya dan adik saya langsung melapor ke polisi dan memberitahukan ciri-ciri tersangka kepada petugas,” ujar Verawati, seperti dilansir Poskotanews.
Sementara tersangka Sukron alias Ucok mengaku jika motor itu telah dijual kepada seseorang di Desa Gedung Ratu, Kabupaten Tulangbawang Barat seharga Rp 1,7 juta. Uang hasil penjualan itu telah di gunakan untuk kebutuhan. “Uang sisa penjualan sebesar Rp 500 ribu itu, untuk ongkos pergi ke Jakarta,” kata Sukron. (*)
