Gubernur Ridho: Begal di Jakarta Duta Kemiskinan Lampung - MEDIA ONLINE

Hot

Wednesday, March 25, 2015

Gubernur Ridho: Begal di Jakarta Duta Kemiskinan Lampung

M Ridho Ficardo (kiri). | ist

LAMPUNG - Maraknya kasus begal motor di Jakarta dan sekitarnya masih ramai jadi pemberitaan. Nama Kelompok Lampung cukup akrab di telinga, kala membahas begal di Jakarta. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengakui, ada sebagian warganya yang hijrah ke Jakarta dan menjadi pelaku kejahatan. Namun, menurut dia, akar permasalahannya adalah kemiskinan di Provinsi Lampung.

"Di Jakarta para begal lahir. Itu 'duta besar' dari kemiskinan di Lampung," ujarnya, dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Lampung 2015 di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (25/3/2015).

Dengan nada canda di depan para bupati dan wali kota se-Lampung, Ridho menyebut para begal asal Lampung sudah enggan beraksi di daerah asalnya, karena pusat-pusat perekonomian di sini mengalami kelesuan.

"Ini harus disadari, di Lampung begal nggak bisa beraksi. Jadi pindah ke jakarta," kata gubernur termuda se-Asia Tenggara itu. Meski demikian, Pemprov Lampung dan aparat keamanan tidak akan padang bulu. Pemerintah daerah dan kepolisian terus menindak tegas para begal ini.

"Kita kerja sama dengan kepolisian, mapping untuk redakan rasa sakit. Upaya penegakan hukum harus dilakukan. Dengan kebijakan keras, ditembak di tempat. Ini obat redakan rasa sakit, bukan sembuhkan," tegasnya.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, menurut Ridho, adalah mengentaskan kemiskinan. Dia menyebut Provinsi Lampung masuk urutan ke-3 sebagai daerah termiskin di Sumatera, sehingga tidak heran angka kejahatan terus meningkat. 

"Survei BPS 2011, kita nomor 3 sebagai provinsi termiskin di Sumatera. Ini tantangan," jelas Ridho, seperti dilansir Detik.

Pernyataan Gubernur Lampung dibenarkan oleh seorang warga bernama Kosasih. Dia menyebut dirinya kerap ditanya soal begal setiap mengantar tamu asal luar daerah.

"Pertanyaan pertama yang muncul soal Lampung adalah begal. Memang beberapa daerah disini masih rawan begal," kata Kosasih. (*)

Post Top Ad