Contekan 'Spiderman', 300 Ditangkap, 750 Siswa Dikeluarkan - MEDIA ONLINE

Hot

Sunday, March 22, 2015

Contekan 'Spiderman', 300 Ditangkap, 750 Siswa Dikeluarkan


BIHAR - Melakukan tindakan tidak terpuji, sebanyak 300 wali murid ditangkap pihak berwajib di Bihar, India. Ke 300 orang itu secara terang-terangan membantu memberikan contekan kepada siswa-siswa yang sedang melaksanakan ujian akhir. Selain itu juga, 750 siswa yang terlibat menerima contekan dikeluarkan dari sekolah. Tak ketinggalan juga, pemerintah membatalkan ujian yang telah diselenggarakan.

Ke 300 orang yang ditangkap terdiri dari orang tua dan kerabat dari siswa yang sedang melakukan ujian akhir. Mereka secara terang-terangan memanjat tembok sekolah untuk memberikan kunci jawaban kepada siswa yang sedang ujian di dalam ruangan kelas. 

Para siswa terlihat menyalin jawaban dari lembar catatan yang diberikan ke dalam ruangan kelas, dari jendela yang berhasil dipanjat orang tua. Pengawas ujian sendiri tak bergeming, mereka diduga telah disuap terlebih dahulu oleh keluarga pelajar.

Sebanyak 1,4 juta siswa di India memang sedang bertarung dalam ujian akhir, nilai ujian pun dianggap penting untuk masa depan mereka. Otoritas setempat tak membiarkan hal ini, 750 siswa yang terlibat dalam kecurangan ini dikeluarkan dari sekolah.

Ujian di empat lokasi ujian pun dibatalkan. Gubernur Negara Bagian Nitish Kumar geram dengan aksi ini. Dia berharap hal ini tak terjadi di seluruh India. 

"Ini diharapkan tak menjadi gambaran proses ujian di seluruh wilayah," kata Kumar seperti dilansir BBC dan Metrotvnews, Minggu (22/3/2015).

Kumar memperingatkan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka secara jujur. Mencontek, kata dia, hanya akan menjerumuskan pelajar menuju hal yang lebih buruk di masa depan.

Menteri Pendidikan India PK Shahi mengaku cukup sulit mengadakan ujian yang jujur jika orang tua ikut campur membantu pelajar berbuat curang.

"Tiga sampai empat orang membantu satu siswa, berarti ada total enam sampai tujuh juta orang yang membantu siswa berbuat curang," kata dia.

"Apakah itu tanggung jawab pemerintah saja untuk mengelola sejumlah besar orang dan melakukan 100% pemeriksaan yang jujur dan adil?" tandas Shahi. (*)

Post Top Ad