![]() |
| Foto begal asal Tangerang yang dibakar massa beredar di jejaring sosial. (ist) |
DEPOK - Kasus begal motor kembali terjadi di kota berikon belimbing, Depok. Ironisnya, pelakunya kali ini masih bocah ingusan. Namun, jangan salah, meski anak baru gede (ABG), tapi aksinya tergolong nekat. Bagaimana tidak, di usianya yang masih sangat belia, AWP (13) dan ARS (13) telah nekat membegal Suheri, pria paruh baya usia 54 tahun yang berprofesi sebagai tukang ojek.
Keduanya tertangkap saat tengah membegal tukang ojek, dua bocah bau kencur yang masih berstatus pelajar SMP ini nyaris dibakar massa. Keduanya babak belur akibat jadi bulan-bulanan puluhan warga di Sawangan, Depok, Kamis malam (12/3/2015).
Modusnya, kedua pelaku menyewa ojek Suheri yang mangkal di pangkalan ojek Wates, Sawangan, Depok. Pelaku yang masih mengenakan seragam sekolah minta diantar ke Cinangka menggunakan sepeda motor Mio Soul bernomor polisi B 6842 WJV milik korbannya.
Namun, ketika sampai di Jalan Abdul Wahab, sekitar pukul 16.30 WIB, kedua pelaku meminta untuk belok ke kanan dan sesampainya di depan Cluster Scotland Perumahan Telaga Golf, dua bandit ingusan ini minta berhenti. Ketika korbannya meminta bayaran, mereka malah menodongkan pisau.
"Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis brass knuckle sambil merampas kunci motor dan meminta korban menyerahkan sepeda motornya," kata Security Perumahan Telaga Golf, Doni Romdoni.
Doni melanjutkan, namun korbannya tidak mau menyerah begitu saja. Alhasil, pelaku dan korban pun sempat bergulat. Meski bertubuh kecil, tapi kedua pelaku menggunakan senjata tajam. Inilah yang membuat korbannya lari tunggang langgang minta tolong. Teriakan korban ini terdengar security Telaga Golf.
"Kedua pelaku yang masih di sekitar lokasi berhasil diamankan," tutur Doni, seperti dilansir laman Viva.
Nyaris Dibakar
Salah satu rekan Doni, Andreas, menambahkan, setelah berhasil mengamankan para pelaku, warga berbondong-bondong mendatangi pos penjagaannya. Tempat pelaku diamankan sementara sebelum dibawa polisi.
"Nah, di situlah saya benar-benar kewalahan menghadapi massa. Mereka bukan cuma mukulin pelaku, tapi juga banyak yang teriak bakar saja, bakar. Jumlah massa semakin banyak, untung polisi cepat datang," ucapnya.
Korbannya, kata Andreas, tak sanggup meladeni kenekatan dua bandit ingusan ini.
"Mungkin sudah kecapekan, terus pelaku juga kan bawa alat. Nah, pas kita mau tangkap alat itu sempat dibuang. Tapi, pisaunya ada di saku celana," tambah Andreas.
Sementara itu, Kapolsek Sawangan, Komisaris Saderi, membenarkan pembegalan yang dilakukan anak SMP di Perumahan Telaga Golf Sawangan. Dari tangan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga kuat digunakan untuk melancarkan aksi kejahatan.
"Keduanya masih berstatus pelajar kelas II SMP di salah satu sekolah swasta di Bojongsari. Mereka diamankan dan diserahkan security ke Polsek Sawangan."
Saderi menambahkan, pelaku melakukan tindak pidana 365, dan barang bukti berupa sepeda motor, pisau lipat dan besi yang menyerupai gir telah disita oleh instansinya.
"Karena masih di bawah umur, kedua pelaku akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Yaitu Undang Undang tentang Perlindungan Anak," demikian Saderi. (*)
