![]() |
| ilustrasi |
BANDAR LAMPUNG - Imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Sabtu (28/3/2015) lalu mulai menimbulkan masalah di Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sebagian sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek di dalam kota Bandar Lampung, menaikkan ongkos penumpang secara sepihak, dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000, dengan alasan harga premium/bensin sudah naik.
"Untuk mengejar setoran saja susah, apalagi sekarang harga bensin naik, tapi tarif ongkos belum naik dari pemerintah daerah," jelas Junaidi (42), sopir angkot taryek Tanjungkarang-Kemiling, Bandar Lampung, Senin (30/3/2015).
Menurutnya, dia terpaksa menarik ongkos dari penumpang sebesar Rp 4.000 seperti saat harga BBM naik menjadi Rp 8.600 per liter di awal pemerintahan Jokowi menaikkan harga BBM tahun lalu. Sopir berinisiatif menarik ongkos langsung Rp 4.000 per penumpang dewasa. Sedangkan anak sekolah masih seperti biasa Rp 2.000, seperti dilansir Republika.
Diungkapkan, para sopir angkot merasakan berat selama beberapa hari terakhir, sejak kenaikan harga BBM akhir pekan lalu. Bahkan, sopir angkot di kawasan Panjang, Bandar Lampung, hari ini melakukan aksi mogok, menuntut kenaikan tarif.
Senada diungkapkan Fahri (30), sopir angkot trayek Rajabasa-Tanjungkarang. Menurut dia, seharusnya para sopir menaikkan ongkos Rp 500 dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.500 per penumpang. Namun, menurut dia, uang kembalian pecahan Rp 500 sulit diperoleh, sehingga para sopir dan kernetnya menggenapkan ongkos menjadi Rp 4.000.
Terkait masalah ini, pihak Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Perhubungan belum menggelar rapat bersama Organda, soal kenaikan harga BBM. Sebelumnya, pemkot sudah menyelaraskan kenaikan tarif berdasarkan tarif batas bawah dan atas, sehingga tidak terjadi lagi perbedaan pendapat saat harga BBM naik atau turun. (*)
