LAMPUNG - Puluhan massa yang mengatasnamakan Garda Aksi Lampung (GAL) melakukan demo di budaran Tugu Adipura, Senin (30/3/2015). Massa Garda Aksi Lampung melakukan demo dengan membawa replika tikus besar simbol maraknya korupsi dan matinya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi. Tikus raksasa tersebut digotong oleh empat orang yang memakai topeng monyet.
Beberapa kasus korupsi yang disoroti GAL yakni, dugaan kasus korpusi dinas PU Kota Bandar Lampung, dan Dinas Kesehataan Tanggamus. Untuk itu, massa Garda Aksi Lampung meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tidak diam dan tutup mata dalam penegakan hukum kasus korupsi.
Menurut Koordinator aksi Rahman, banyak kasus korupsi di kabupaten/kota di Lampung yang tidak berjalan dan hilang, termasuk dugaan korupsi di Dinas PU Kota, Dinas Kesehataan Tanggamus, Dinas Kesehataan Provinsi, dan kabupaten lainnya, seperti dilansir Tribunlampung.
"Aparat penegak hukum kejaksaan jangan tutup mata, dan hanya mengusut kasus korupsi kecil saja, tapi yang besar-besar hilang, mana nyalimu penegak hukum, kami minta kejaksaan jangan tidur, dan jangan petieskan kasus korupsi di dinas PU Kota, Dinas Kesehataan Tanggamus, dan kasus-kasus lain," ujarnya saat melakukan orasi di tugu Adipura. (*)
