WAY KANAN - Jaringan Alumni Muda (JAM) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Way Kanan, Provinsi Lampung, akan menggelar kegiatan bertajuk 'Leadership Training Program' di Pondok Pesantren Roudhotul Muttaqien, Kampung Bumi Agung, Kecamatan Bumi Agung, Way Kanan, Jumat-Sabtu (3-4/4/2015).
Acara tersebut juga akan diikuti oleh kader-kader PMII yang ada di STKIP Nurul Huda, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan dan kader PMII Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut menurut inisiator program, Hasyim As’ari didampingi Susan Arisanti, akan mengusung tema 'Mempertajam Militansi Gerakan, PMII untuk Bangsa'.
"Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi kader-kader untuk giat menggeluti dunia intelektual, mampu menjadi alternatif pemikiran di tengah problem sosial kemasyarakatan, juga sebagai refleksi menjelang 55 tahun PMII," jelas Hasyim, Selasa (31/3/2015).
Sementara itu, Heri Amanudin yang ditunjuk sebagai salah satu instruktur kegiatan tersebut mengatakan, PMII itu organisasi gerakan yang memiliki basis intelektual yang tinggi, sikap moderat, toleran dan inklusif. Dengan modal sikap-sikap itulah akan menjadi akar intelektualisme PMII di tengah masyarakat.
Heri mencontohkan besarnya komunitas intelektual yang berbasis kader PMII di Jakarta (Piramida Cycle) dan Jogja (LKiS) yang pada awal perkembangannya tidak pernah lepas dari berbagai kendala. Terutama menurutnya adalah persoalan semangat dan kontinuitas dalam belajar.
“Jangan lihat kebesaran LKiS sekarang ini. Di balik itu semua, mereka (LKiS) membangun komunitas intelektualnya berawal dari diskusi secara kontinyu di kontrakan. Jadi ketika LKiS sekarang sudah besar, maka itu semua adalah buah dari semangat dan pengorbanan berdarah-darah waktu itu,” ujar Heri yang pernah menjadi ketua PMII Provinsi Sumatera Selatan tersebut.
Membangun komunitas intelektual, lanjut dia, merupakan bagian dari passion, kehendak yang memang harus direalisasikan untuk kebutuhan batin. Pentingnya mengkaji teori-teori dan problem sosial merupakan keharusan sebagai tanggung jawab dari agen perubahan sosial, yang selama ini melekat dalam diri mahasiswa. (heri)
