![]() |
| ilustrasi |
LAMPUNG - Tahun ini, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyatakan kesiapannya dalam menggelar Ujian Nasional/UN dengan menggunakan sistem online. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Lampung, Joko Santoso, mendampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah Teguh Irianto.
"Dalam pelaksanaannya nanti, paling tidak terdapat 16 sekolah yang telah menyatakan kesiapannya untuk menggelar UN dengan menggunakan sistem online," terangnya, Selasa (17/2/2015).
Dijelaskan, ke 16 Sekolah tersebut terdiri dari 7 Sekolah Menengah Atas/SMA, 5 Sekolah Menengah Kejuruan/SMK dan 4 Sekolah Menengah Pertama/SMP, yang tersebar di hampir seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Lampung.
Seluruh sekolah yang telah menyatakannya kesiapannya, saat ini masih terus melengkapi berbagai sarana dan prasarana penunjang pelaksanaa UN online itu, meski untuk perbandingan prasarana komputer yang akan digunakan 1 berbanding 3, atau 1 komputer diperuntukkan bagi 3 orang siswa peserta UN. Sehingga dengan kondisi tersebut maka UN secara online di sekolah akan dilakukan secara bergantian.
Selain itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dalam waktu dekat akan menggelar uji coba UN Online tersebut bersama sekolah bersangkutan.
"Saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan pihak sekolah yang telah menyatakan kesiapannya. Untuk prasarana komputer yang akan digunakan disekolah perbandingannya 1 banding 3. Jadi nanti dilaksanakan secara bergantian," ungkap Joko, seperti dilansir RRI.
Sementara terkait dengan teknis pelaksanaan UN secara online tersebut, menurut Joko Santoso, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil/CPNS yang menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT. Untuk siswa sekolah yang tidak ikut menerapkan pelaksanaan Ujian Nasional dengan sistem online, maka tetap melaksanakan UN secara tertulis.
"Secara teknis UN online ini tidak jauh berbeda dengan sistem seleksi CPNS dengan menggunakan CAT, tapi nanti ketika siswa sudah selesai, tidak akan tertera tulisan lulus atau tidaknya, karena bisa membuat siswa shock nantinya," jelas Joko. (*)
