LAMPUNG - Pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) II Sumatera, Bangka Belitung, September 2015 mendatang, Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lampung memastikan mengirimkan para pesilat terbaiknya untuk berlaga dalam ajang babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) tersebut. IPSI Lampung bertekad meloloskan sebanyak mungkin atletnya ke PON XIX 2016 Bandung, Jawa Barat.
"Di Porwil persaingan sangat berat akan terjadi antara sesama atlet, mengingat kekuatan olahraga asli Indonesia ini merata. Karena itu, atlet yang akan dikirim harus memiliki kemampuan fisik yang baik, stamina dan mental mumpuni," jelas Ketua Harian Demisioner IPSI Lampung, Syaiful Ichwan, Jumat malam (13/2/2015).
“Porwil sebagai ajang prakualifikasi PON, dan siapa yang ingin tampil di PON XIX 2016 harus benar-benar fight," tambah Tata sapaan Syaiful Ichwan.
Untuk mencapai target meloloskan sebanyak-banyaknya atlet ke PON tahun depan, IPSI Lampung akan menyeleksi selektif. Dan hingga kini IPSI Lampung sudah punya tim bayangan pencak silat hasil dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun lalu di Kalianda, Lampung Selatan.
Tapi, katanya, peraih medali emas di Porprov belum jaminan diikutsertakan di Porwil tahun ini. Tentunya para pengurus IPSI dan pelatih akan melihat kemajuan yang dialami peraih medali emas tersebut.
“Kita memprioritaskan peraih medali emas Porprov lalu masuk tim inti. Tapi, tidak otomatis mereka akan diberangkatkan ke Porwil. Pengurus dan pelatih akan menyeleksi intern mencari yang siap dan terbaik,” tegas Tata, seperti dilansir Harianlampung.
Pada Porwil tahun 2011 di Batam-Kepulauan Riau (Kepri), tim pencak silat Lampung hanya mampu meloloskan atletnya ke PON XVIII 2012 lalu. Tentu ini, kata Tata, tantangan bagi IPSI Lampung yang baru karena pada Maret mendatang melaksanakan musyawarah provinsi (Musprov) memilih ketua baru. Apalagi Lampung pernah menjadi gudangnya atlet pencak silat nasional pada dekade 1990-an.
“Kita berharap hasil dari Musprov nanti akan terpilih ketua yang benar-benar siap berkorban baik waktu maupun materi. Tanpa semua itu, dunia pencak silat Lampung sulit menembus level nasional,” pungkas Tata. (*)
