![]() |
| ilustrasi |
DEPOK - Akhirnya, pengejaran pelaku begal ke Lampung Timur (Lamtim) oleh tim gabungan Polda Metro Jaya, Polresta Depok dan Tangerang dibantu aparat Polda Lampung, membuahkan hasil. Dua pelaku aksi kejahatan dibekuk saat penggrebekan di satu kampung di Lampung Timur. Satu pelaku di antaranya terpaksa dihadiahi timah panas karena melawan petugas.
Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim, membenarkan hal itu. Kedua pelaku masing-masing, inisial A dan E diringkus di daerah Lampung Timur.
“Berkat kerjasama anggota gabungan timsus gabungan Polda Lampung, Polda Metro Jaya, Polresta Depok serta Tangerang, pelaku A dan E berhasil dibekuk,” ujarnya didampingi Kanit Kriminal Umum AKP Supriyadi, Jumat (6/2/2015).
Mantan Kapolsek Pancoran Mas ini menambahkan, sewaktu akan ditangkap, E berupaya merampas pistol anggota hingga terjadi tarik-tarikan senjata api itu.
“Karena berusaha mencoba melawan petugas dengan cara merampas pistol petugas, pelaku tertembak di bagian tangannya,” ungkap dia. Kedua pelaku merupakan pemain yang kerap beraksi di kawasan Depok dan Tangerang.
“Sebab ini merupakan pengembangan petugas reskrim Tangerang dan kita hanya mem-back up. Pelaku diserahkan ke unit Reskrim Polresta Tangerang dari pengembangan kasus penggerebekan di daerah Sukmajaya,” tambahnya, seperti dilansir Poskotanews.
Sementara itu Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Daniel Pasaribu, mengatakan para pelaku asal Lampung Timur tersebut, turun gunung untuk mencuri motor dengan hasil curian yang didapat digunakan untuk membantu membangun desa.
“Pelaku seperti Robin Hood, mencuri untuk membangun desa dan memberi nafkah bagi penduduk desanya di Lampung Timur, sehingga saat penggerebekan, warga desa itu mencoba berusaha melindungi pelaku,” ujarnya. Para pelaku, lanjut Karo Ops, merupakan perantau dan cukup royal di kampung asalnya, sehingga petugas sempat kesulitan dalam menangkap pelaku karena dilindungi.
“Pelaku merampok hasilnya digunakan buat membangun kampungnya. Mereka dianggap sebagai pahlawan di lingkungan kampung asalnya," jelas Daniel. (*)
