Menko Beri Penghargaan Pahlawan untuk Kakeknya di Lampung - MEDIA ONLINE

Hot

Saturday, February 21, 2015

Menko Beri Penghargaan Pahlawan untuk Kakeknya di Lampung

Menko Kemaritiman Dwisuryo Hendriyono Susilo (paling kiri) mengunjungi makam kakeknya, Mohammad Mangoendipro, di Taman Makam Pahlawan, Lampung, Jumat (20/2/2015). (*) 

LAMPUNG - Menteri Koordinator Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo berkunjung ke Lampung, Jumat (20/2/2015). Kunjungan ke Lampung ini dalam rangka menyerahkan penghargaan Pahlawan Nasional untuk Mohammad Mangoendipro yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang, di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo dalam sambutannya mengatakan, Mayor Jendral Mohammad Mangoendipro yang lahir 5 Januari 1905, merupakan pahlawan yang terlibat langsung dalam pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.

"Beliau adalah Residen (Gubernur) Lampung yang pertama," kata Gubernur Ridho. Dijelaskannya, Mangoendipro mengawali pendidikan militernya di Sekolah Pamong Praja. Setelah perang kembali pecah, Mohammad Mangoendipro masuk PETA untuk memperjuangkan kemerdekaan.

"Setelah deklarasi kemerdekaan jiwa kepahlawanan Mohammad Mangoendiprojo lanjut untuk mempertahankan kemerdekaan," kata Ridho Ficardo, gubernur termuda. Dia mengharapkan jiwa kepahlawanannya dapat diteruskan, terutama oleh generasi muda.

Gubernur pertama Lampung ini memiliki misi utama mengendalikan keamanan di daerah Lampung. Mohammad Mangundiprojo tutup usia di Bandar Lampung pada 13 Desember 1988 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bandar Lampung.

Indroyono Soesilo mengatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan informal. Sebab, Mohammad Mangoendiprojo adalah keluarganya.

"Keluarga besar saya ada di Lampung. Kakek (Mohammad Mangoendiprojo) kandung saya dimakamkan di sini," kata dia singkat, seperti dilansir Tribunlampung.

Atas jasa-jasanya dalam mempertahankan kemerdekaan, Presiden Joko Widodo menganugerahi Mohammad Mangoendiprojo gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 November 2014. Penerimaan tanda jasa ini diwakili oleh cucunya, Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia Indroyono Soesilo. (*)


Post Top Ad