LAMPUNG - Demisionernya kepengurusan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Lampung selama hampir satu tahun, memicu perkembangan prestasi cabang olahraga bola voli di Provinsi Lampung, yang kini berada di titik stagnan, bahkan memprihatinkan. Untuk itu, dibutuhkan sosok pimpinan yang dapat mengayomi pelaksanaan program pembinaan cabang olah raga yang cukup popular ini.
Dari
isu yang berkembang saat ini, sosok Penjabat (Pj.) Bupati Pesisir Barat
Kherlani digadang-gadang pantas menakhodai PBVSI Lampung untuk empat
tahun ke depan. Kherlani memang tidak asing di mata masyarakat Lampung
dan khususnya Kota Bandar Lampung. Mantan Ketua Umum KONI Kota Bandar
Lampung ini dinilai cukup berpengalaman dalam mengurus olahraga.
“Jujur,
untuk saat ini sosok Kherlani sangat dibutuhkan guna membangkitkan dan
mengembangkan olahraga bola voli di Lampung. Kherlani cukup paham dengan
dunia olahraga di Lampung, jadi sangat wajar jika dia (Kherlani)
dijagokan untuk menjadi ketua umum PBVSI Lampung,” ujar pegiat bola voli
Lampung yang enggan disebutkan namanya, Senin (2/2/2015).
Terpisah, Sekretaris PBVSI Lampung Sucipto mengatakan, habisnya masa bhakti kepengurusan 2010-2014 memang menjadi masalah tersendiri.
Terpisah, Sekretaris PBVSI Lampung Sucipto mengatakan, habisnya masa bhakti kepengurusan 2010-2014 memang menjadi masalah tersendiri.
"Sampai
saat ini kita belum menggelar musyawarah provinsi (Musprov),"
jelasnya. Sedangkan pihak KONI Lampung telah melayangkan surat teguran,
bahkan dibarengi dengan ancaman, akan menghentikan bantuan dana
pembinaan cabang olahraga bola voli di Lampung.
“Saat
ini kami terus berupaya mencari sosok figur ketua umum. Untuk membina
olahraga tidak boleh setengah-setengah, tapi harus serius. Dengan adanya
pernyataan ketua PP PBVSI yang memperbolehkan siapa saja untuk menjadi
ketua PBVSI di daerah, tentu ini menjadi peluang bagi masyarakat bola
voli Lampung untuk mencari calon ketua yang tepat,” paparnya. (*)
