![]() |
| Sofyan Djalil |
JAKARTA - Booming batu akik mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Sebab, banyak petani yang beralih profesi sebagai penambang batu akik. Fenomena ini dapat memperbesar jumlah keluarga petani yang terus mengalami penurunan.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil. Menurutnya, target swasembada pangan juga akan terpengaruh, apabila fenomena ini tidak bisa dikendalikan.
"Itu masalahnya, karena sekarang ini terjadi penurunan jumlah keluarga petani," tambahnya, saat ditemui di kantornya, Selasa (17/2/2015) malam.
Sofyan menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki selama 10 tahun terakhir, sedikitnya ada lima juta keluarga petani yang beralih profesi, termasuk berbisnis batu akik. Sebab itu, pemerintah saat ini sedang berupaya untuk dapat meredam penurunan tersebut, seperti dilansir Viva.
"Maka pemerintah memberikan insentif dengan memberikan alsintan (alat produksi pertanian)," ungkapnya.
Terlepas dari kekhawatiran tersebut, Sofyan menambahkan, pemerintah tidak akan meredam booming batu akik yang sedang tren saat ini. Apalagi, jika itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Ya, kalau batu akik bisa bikin duit lebih banyak, kenapa nggak. Nanti, diberesin lagi (sawahnya)," tambahnya. (*)
