BANDAR LAMPUNG - Banjir yang disebabkan luapan Sungai Way Belau atau Kali Akar di Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung pada Jumat malam (6/2/2015) sekitar pukul 19.00 WIB lalu, membuat sedikitnya 100 unit perahu bagan milik nelayan setempat, hanyut terhempas ke pantai Pulau Pasaran. Kerugian para nelayan korban banjir bandang itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dari pantauan di lokasi, Sabtu (7/2/2015) sekitar pukul 10.00 WIB, ada 12 unit kapal bagan yang rusak berat, 65 kapal rusak ringan. Kapal-kapal tersebut masih terdampar di perairan Pulau Pasaran. Proses evakuasi kapal belum dapat dilakukan, karena air laut masih dalam kondisi surut. Para nelayan hanya berusaha menyelamatkan peralatan kapal seperti mesin motor, lampu dan alat navigasi (penujuk arah).
"Kami belum berani memindahkan kapal, karena laut lagi surut. Kalau kita pindahkan, bisa tambah parah rusaknya," terang Ketua Paguyuban Nelayan Teluk Betung, Abdul Rahman. Menurut dia, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN sudah menerjunkan tim ke lapangan.
“Tadi pagi (kemarin), camat dan lurah sudah turun mendata para nelayan korban banjir bandang ini," jelasnya. Luapan sungai Way Belau ini, menurut Rahman, akibat dibukanya bendungan di hulu sungai di sekitar kawasan Sumur Putri.
"Biasanya kalau debit air meninggi akibat hujan deras seperti kemarin, bendungan itu dibuka oleh petugas. Maksudnya agar air tidak meluap ke pemukiman warga," kata salah seorang warga yang tidak ingin namanya ditulis. Dia melanjutkan, kemungkinan karena bendungan itu dibuka sekaligus, aliran arus sungai menjadi deras seperti air bah.
"Air bah itu yang menghanyutkan perahu nelayan yang tertambat di daerah muara sungai di sekitar Gudang Agen," terangnya. Dia memperkirakan ada sekitar 100 kapal yang saat itu tertambat di aliran sungai sekita muara, seperti dilansir Harianlampung.
"Semuanya kanyut ke Pulau Pasaran yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi penambatan perahu," tuturnya. Beberapa kapal berhasil diselamatkan sehingga tidak karam diterjang air bah.
"Kapal yang selamat itu, karena saat kejadian ada ABKnya. Mereka berhasil mengendalikan perahu, sehingga tidak karam ke Pulau Pasaran," pungkas dia. (*)
