Sosialisasi Tarif Baru Angkot di Bandar Lampung Pakai Cat - MEDIA ONLINE

Hot

Thursday, January 22, 2015

Sosialisasi Tarif Baru Angkot di Bandar Lampung Pakai Cat

Rifa'i

BANDAR LAMPUNG -  Untuk mengantisipasi agar pengumuman tarif baru angkutan kota (angkot) tetap terpasang secara permanen, pihak Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung memasang tarif angkot yang mulai diberlakukan sejak Selasa, 20 Januari 2015 lalu, tidak lagi menggunakan stiker seperti biasa. Namun kali ini dengan menggunakan cat semprot di pintu lipat angkot tersebut.

Dari pantauan, sejumlah petugas Dinas Perhubungan Bandar Lampung menghentikan angkot yang melintas di Pasar Tengah dan Pasar Bawah, Tanjung Karang Pusat. Operasi di Pasar Tengah ditempatkan di samping Kantor Pos. Sedangkan di Pasar Bawah, difokuskan di depan stasiun kereta api Tanjungkarang.

Petugas Dishub lantas menanyakan kepada setiap sopir, apakah sudah menerima sosialisasi tarif baru yang berlaku sejak Selasa lalu. Petugas juga menanyakan kepada penumpang yang turun, apakah tarif yang dibayarkan sesuai tarif baru yang ditetapkan. Petugas selanjutnya mengecek pintu samping angkot, jika tidak ditemukan tanda tarif baru, maka petugas memasangnya memakai cat semprot.
 
"Operasi dimulai sejak jam 9 pagi, dan berlanjut sampai malam dengan sitem empat shift, supaya angkot yang beroperasi di Kota Bandar Lampung bisa terjaring semua. Jadi, mulai besok tidak ditemukan lagi angkot yang tidak memiliki cap tarif baru di pintunya," kata Kadishub Kota Bandar Lampung, Rifa'i yang ditemui di lokasi saat memantau langsung, sekaligus penertiban tarif baru angkutan umum (angkot) di daerah itu, Kamis (22/1/2015).

Dijelaskan, Dishub Bandar Lampung sengaja melakukan operasi di dua titik itu, karena mayoritas rute angkot melintasi dua titik tersebut, kecuali rute Panjang dan Kemiling. Sedangkan trayek lainnya melalui jalan tersebut, mulai angkot Sukarame, Rajabasa, Pahoman, Teluk, Permata Biru, Way Halim, dan Sutami, seperti dilansir Harianlampung.

"Kami akan tetap memantau seluruh angkot. Untuk itu, saat ini kami sudah memiliki beberapa pos penjagaan. Jika nanti ditemukan angkot yang belum terpasang, masyarakat diminta memberitahukannya ke pos tersebut agar ditindaklanjuti," imbau Rifa'i. (*)

 

Post Top Ad