![]() |
| Muhammad Ridho Ficardo |
LAMPUNG – Provinsi Lampung yang merupakan salah satu bagian dari Poros Maritim Dunia, membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pers, agar banyak investor mau datang dan bukan sebaliknya, mereka takut ke Lampung karena pemberitaan menyeramkan.
"Banyak hal yang harus disosialisasikan dan dipubliaksikan yang positif dari Lampung agar makin banyak investor yang datang ke Lampung, antara lain masalah pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan termasuk Lampung bagian dari Poros Maritim Dunia," kata Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, Minggu (18/1/2015).
Menurut Gubernur, sebagai bagian dari Poros Maritim Dunia, banyak hal yang harus dibangun di daerah Lampung, antara lain infrastruktur jalan, jembatan, energi, pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, dan fasilitas pendukung lainnya.
"Karena itu, saya nmengharapkan juga dukungan dari kalangan pers atau media massa di Lampung, karena jika kondisi Lampung ini aman dan baik, maka penanam modal akan lebih banyak yang masuk," ujarnya.
Ridho Ficardo, gubernur termuda di Indonesia (34 tahun) itu mencontohkan, salah satu bentuk dukungan pers atas kondisi Lampung itu antara lain, tidak terlalu banyak memberitakan hal-hal yang tidak baik, seperti kerusuhan, apalagi berita dan fotonya di halaman satu.
Dia juga mengemukakan, jika Lampung terus-menerus digambarkan sebagai daerah yang tidak aman, maka yang akan susah adalah jajaran aparat keamanan dan semua warganya, karena harus memberikan perhatian yang lebih besar lagi untuk itu, seperti dilansir koran-jakarta.
Dia juga mengemukakan, jika Lampung terus-menerus digambarkan sebagai daerah yang tidak aman, maka yang akan susah adalah jajaran aparat keamanan dan semua warganya, karena harus memberikan perhatian yang lebih besar lagi untuk itu, seperti dilansir koran-jakarta.
"Kalau diberitakan tidak aman terus, kasihan juga nanti Pak Kapoldanya, karena akan banyak yang meminta bantuan pengamanan," katanya. Ridho juga menekankan kembali komitmennya, bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus memacu pembangunan infrsruktur secara bertahap, baik infrastruktur jalan, jembatan, pertanian, serta energi. (*)
