Pengurus Masjid Tertua di Lampung Dimosi Tidak Percaya - MEDIA ONLINE

Hot

Sunday, January 11, 2015

Pengurus Masjid Tertua di Lampung Dimosi Tidak Percaya


BANDAR LAMPUNG -
Ketua Yayasan Masjid Jami Al-Anwar di Jalan Malahayati, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, yang merupakan Masjid tertua di Lampung, mendapat mosi tidak percaya dari warga dan pengurus Mushala sekitar masjid, karena dinilai tidak mampu mengelola dan memimpin. Akibatnya, banyak kegiatan Masjid tidak berjalan.

Perwakilan warga dan pengurus Musala yang berada di sekitar Masjid itu menyetuji ketua yayasan lama diganti. Untuk itu, sekitar 400 perwakilan warga dan pengurus Mushala itu akhirnya mengadakan rapat, Sabtu (10/1/2014) dan memilih dr. H. Dika Oriputra menggantikan Nasir Wahab. 

Diketahui, Masjid Jami Al-Anwar di Jalan Malahayati, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung tersebut dibangun sekitar tahun 1800-an, atau diperkirakan masjid yang pertama berdiri di daerah ini.

"Ketua yayasan dinilai tidak mampu lagi menjalankan misi, meski sebenarnya tidak ada yang salah dengan pribadinya. Sangat disayangkan jika ini dibiarkan terus, karena masjid tertua ini mempunyai banyak program yang harus diwujudkan untuk jamaahnya," kata Ketua Yayasan terpilih, Dika Oriputra, seperti dilansir harianlampung.com.

Menurut Dika, kekecewaan warga setempat memuncak setelah melihat hasil bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung senilai Rp 450 juta. Anggaran itu dinilai tidak tepat sasaran karena hasil proyek pengerjaannya tidak sesuai bestek, dan masih banyak kejanggalan lainnya.

"Ini yang jadi puncak ketidakpercayaan terhadap ketua yayasan. Sebelumnya, memang sudah banyak, tapi hanya dipendam warga. Kami berharap pergantian pengurus yayasan bisa membawa perubahan lebih baik," tambah Ketua Forum Penyelamat Masjid Al Anwar, H. Irfandi Hasan. (*)


Post Top Ad