Pembantu Camat Kalianda Ditodong Senpi, Motor Raib - MEDIA ONLINE

Hot

Saturday, January 24, 2015

Pembantu Camat Kalianda Ditodong Senpi, Motor Raib


LAMPUNG SELATAN - Aksi pencurian sepeda motor dengan kekerasan menggunakan senjata api atau pembegalan di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung semakin merajalela, sehingga meresahkan masyarakat setempat.

Camat Kalianda di Lampung Selatan, Setiawansyah, menyebutkan salah satu korban tindak kriminal pembegalan sepeda motor itu adalah pembantu rumah tangga di rumahnya yang ditodong menggunakan senjata api dan diambil paksa sepeda motornya oleh dua orang pelaku.

“Pelaku beraksi Jumat (23/1/2015) pagi sekitar pukul 10.30 WIB, dan mengancam korban dengan senjata api,” kata dia Sabtu (24/1/2015). Warga setempat yang mendengar teriakan itu, langsung mendatangi rumah korban, namun pelaku mengarahkan senjata api tersebut ke sejumlah warga, sehingga warga tidak berani mendekati para pelaku.

“Pelakunya membawa senjata api, sehingga warga takut menolong. Bahkan pelaku sempat mengancam dengan menodongkan senjatanya kepada salah seorang anak tetangganya yang saat itu hendak menghentikan aksi tersebut,” jelas Setiawansyah.

Dia mengatakan, selain berhasil merampas sepeda motor, para pelaku juga berhasil membawa dompet milik Yuli yang tersimpan di dalam boks motor itu.

Salah satu warga di Kecamatan Tanjungsari, Hadianto juga mengeluhkan marak aksi pembegalan seperti itu yang kerap menimpa warga setempat. Beberapa waktu lalu, seorang gadis ditembak pelaku di bagian perut dan sepeda motornya dibawa kabur pelaku.

“Korban dilarikan ke rumah sakit karena proyektil peluru bersarang dalam perut,” ujar dia. Hadianto mengharapkan, pihak kepolisian memperhatikan keamanan di wilayah perbatasan, seperti di Kecamatan Tanjungsari yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Timur, seperti dilansir Jurnalsumatra.

“Sebulan bisa tiga sampai empat kali kasus pembegalan terjadi, namun pihak polisi seolah-olah tidak mau tahu dan tidak pernah menangkap pelakunya,” katanya lagi. Menurut Hadianto, di wilayah itu memang seperti tidak pernah tersentuh penegak hukum karena tidak memiliki pos pengamanan setingkat polsek sampai saat ini, sehingga para pelaku tindak kriminal bebas beraksi setiap saat. (*)



Post Top Ad