METRO - Kondisi Pasar Tejo Agung di Kota Mtero Lampung, sangat memprihatinkan, terutama lapak-lapak semi permanen yang ada di bagian belakang, berhadapan dengan pintu perumnas JSP, penuh dengan sampah. Bahkan banyak atap yang rusak serta plang aset tanah milik Pemerintahan Kota Metro yang roboh tertahan pohon.
“Sudah dua tahun kondisi Pasar Tejo Agung terlupakan, hingga mengakibatkan banyak bagian lapak-lapak semi permanen mengalami kerusakan, serta ditumbuhi rumput liar. Padahal pasar ini tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan Kota Metro dan dilalui kendaraan yang akan ke Bandar Lampung,” ujar Cakrek (52) warga Kelurahan Tejo Agung, Metro Timur, kepada Lampung Online, Kamis (15/1/2015).
“Dulu pertama kali dibuka pada tahun 2013 pedagang sangat ramai hingga ribuan. Tapi itu tidak bertahan lama. Dengan alasan kondisi pasar yang sepi pembeli dan minimnya transportasi angkutan umum, akhirnya para pedagang kembali berjualan di Pasar Pagi Kopindo,” tambahnya.
Sepertinya sosialisasi untuk menjadikan Pasar Tejoagung sebagai Program Pasar Sejahtera atau pasar percontohan yang sehat, hijau, bersih dan terawat, antara Pemkot Metro dan Yayasan Danamon Peduli dalam program Danamon Peduli, sulit untuk diimplementasikan dan jauh dari harapan. (arif)
