LAMPUNG -
Guna meminimalisasi minimnya jumlah sumber daya manusia, dalam hal ini
tenaga ahli teknik atau insinyur bagi kalangan industri di Lampung,
menginisiasi Universitas Lampung (Unila) untuk menambah tiga program
studi (prodi) teknik di kampus setempat. Prodi tersebut meliputi teknik
arsitektur, teknik geodesi, dan teknik informatika.
Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila Dr. Ir. Murhadi, M.Si., mengatakan, lima program studi di Fakultas Teknik Unila yang telah didirikan sebelumnya yakni teknik elektro, teknik sipil, teknik mesin, teknik geofisika, dan teknik kimia.
“Sehingga secara total, di fakultas teknik terdapat delapan program studi. Penambahan tiga prodi baru itu pun salah satunya ditujukan untuk menciptakan insinyur dan mengantisipasi krisis insinyur di Indonesia, khususnya di Lampung,” kata dia, seperti dilansir laman Unila, Kamis (15/1/2015).
Berdasarkan data yang dihimpun Biro Akademik Kemahasiswaan (BAK) Unila, jumlah lulusan mahasiswa teknik Unila periode 2013-2014 secara total sebanyak 351 orang. Terdiri dari 9 orang lulusan S-2, 254 orang lulusan S-1 reguler, 13 orang lulusan S-1 nonreguler, dan 75 orang lulusan D-3. Jumlah tersebut dihimpun berdasarkan data mahasiswa yang diwisuda pada periode September dan Desember 2013 serta Maret dan Juni 2014.
Pencetakan insinyur di Provinsi Lampung harus cepat ditangani oleh Perguruan Tinggi (PT) dengan membuka program studi baru dan meningkatkan jumlah mahasiswa untuk menjadi seorang tenaga ahli teknik. Seperti dikutip di harian Pelita Nusantara, perlunya pencetakan insinyur dilatarbelakangi oleh minimnya jumlah insinyur di Lampung yang saat ini hanya mampu mencetak tak lebih dari 200 orang per tahun.
Perbandingan jumlah insinyur dengan kebutuhan pihak industri tidak seimbang. Saat ini, jumlah insinyur di Indonesia hanya 15 persen sementara yang dibutuhkan adalah 35 persen. Oleh karena itu Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sedang membangung dua PTN teknik baru yang berlokasi di Lampung dan Balikpapan. Yaitu di Lampung telah dibangun Institut Teknologi Sumatera (ITS/ITERA) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan.
Penambahan tiga prodi teknik baru ini juga dalam rangka menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini. Jika tidak segera ditangani maka insinyur dari berbagai negara akan membanjiri Indonesia. Artinya daripada insinyur luar masuk ke Indonesia maka kita antisipasi dengan pembentukan prodi teknik yang baru ini. (*)
Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila Dr. Ir. Murhadi, M.Si., mengatakan, lima program studi di Fakultas Teknik Unila yang telah didirikan sebelumnya yakni teknik elektro, teknik sipil, teknik mesin, teknik geofisika, dan teknik kimia.
“Sehingga secara total, di fakultas teknik terdapat delapan program studi. Penambahan tiga prodi baru itu pun salah satunya ditujukan untuk menciptakan insinyur dan mengantisipasi krisis insinyur di Indonesia, khususnya di Lampung,” kata dia, seperti dilansir laman Unila, Kamis (15/1/2015).
Berdasarkan data yang dihimpun Biro Akademik Kemahasiswaan (BAK) Unila, jumlah lulusan mahasiswa teknik Unila periode 2013-2014 secara total sebanyak 351 orang. Terdiri dari 9 orang lulusan S-2, 254 orang lulusan S-1 reguler, 13 orang lulusan S-1 nonreguler, dan 75 orang lulusan D-3. Jumlah tersebut dihimpun berdasarkan data mahasiswa yang diwisuda pada periode September dan Desember 2013 serta Maret dan Juni 2014.
Pencetakan insinyur di Provinsi Lampung harus cepat ditangani oleh Perguruan Tinggi (PT) dengan membuka program studi baru dan meningkatkan jumlah mahasiswa untuk menjadi seorang tenaga ahli teknik. Seperti dikutip di harian Pelita Nusantara, perlunya pencetakan insinyur dilatarbelakangi oleh minimnya jumlah insinyur di Lampung yang saat ini hanya mampu mencetak tak lebih dari 200 orang per tahun.
Perbandingan jumlah insinyur dengan kebutuhan pihak industri tidak seimbang. Saat ini, jumlah insinyur di Indonesia hanya 15 persen sementara yang dibutuhkan adalah 35 persen. Oleh karena itu Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sedang membangung dua PTN teknik baru yang berlokasi di Lampung dan Balikpapan. Yaitu di Lampung telah dibangun Institut Teknologi Sumatera (ITS/ITERA) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan.
Penambahan tiga prodi teknik baru ini juga dalam rangka menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini. Jika tidak segera ditangani maka insinyur dari berbagai negara akan membanjiri Indonesia. Artinya daripada insinyur luar masuk ke Indonesia maka kita antisipasi dengan pembentukan prodi teknik yang baru ini. (*)
