![]() |
| Dominic Ongwen |
UGANDA - Komandan pemberontak Uganda, Pasukan Perlawanan Tuhan (LRA), Dominic Ongwen akan dikirim ke Mahkamah Pidana Antarbangsa (ICC) untuk menghadapi dakwaan kejahatan perang dan kemanusiaan, kata militer Uganda, Selasa (13/1/2015).
"Akhirnya diputuskan bahwa Dominic Ongwen akan diadili di ICC, Denhaag," kata jurubicara militer Uganda Paddy Ankunda.
Ongwen berada di bawah tahanan pasukan khusus AS setelah menyerahkan diri di Republik Afrika Tengah pekan lalu.
"Ongwen akan diserahkan ke Den Haag oleh pihak berwajib CAR," kata Ankunda.
LRA dituding telah membantai lebih dari 100 ribu orang dan menculik lebih dari 60 ribu anak-anak selama gerakan tiga dasawarsa di lima negara Afrika tengah.
Ongwen yang juga merupakan bekas tentara anak-anak merupakan tangan kanan senior pemimpin LRA Joseph Kony.
Ongwen yang saat ini berusia pertengahan 30-an dituduh memerintahkan gerakan berdarah di utara Uganda pada awal tahun 2000-an dimana ribuan orang tewas atau diculik untuk dimanfaatkan sebagai tentara anak-anak serta melancarkan serangan terhadap warga sipil di Republik Demokratik Kongo.
Kementerian Luar Negeri AS menuduhnya melakukan "pembunuhan, perbudakan, dan perlakuan keji terhadap warga sipil", dan menawarkan hadiah 5 juta dolar bagi yang bisa memberikan informasi untuk menangkapnya.
Sejumlah kecil pejuang LRA yang sudah lama tersingkir dari Uganda saat ini berkeliaran di hutan-hutan di CAR, DR Kongo, Sudan, dan Sudan Selatan.
Uganda merupakan salah satu penandatangan ICC dan secara hukum terikat untuk menyerahkan tersangka yang diburu, ke pengadilan, seperti dilansir skalanews.com.
Namun Presiden Yoweri Museveni pada Desember meminta negara-negara Afrika untuk keluar dari ICC, dan menuduh mahkamah tersebut telah digunakan sebagai "alat untuk menyasar" benua itu. (*)
