LAMPUNG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, menargetkan pembebasan lahan Bandara Radin Inten II (Branti) Lampung, selesai pada Juni 2015 mendatang. Dia mengatakan, apabila Bandara Radin II sudah memiliki lahan, maka pembangunan untuk meningkatkan status menjadi Bandara Internasional bisa dikerjakan.
"Pembagunan Bandara Radin Intan II memiliki dua sisi, yaitu udara dan darat. Untuk sisi udara akan dibangun perpanjangan landasan pacu (run way) dan Instrument Landing System (ILS). Sementara sisi darat akan dibangun terminal penumpang dan sarana penunjang lainnya," jelasnya.
Untuk pembangunan dua sisi tersebut, lanjut dia, Pemprov Lampung akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal pembiayaan. Pemprov Lampung meminta pembangunan Bandara Radin Intan II dpata dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kita
kan ada anggota DPR dari Lampung, bapak Musa Zainudian di Komisi V.
Beliau siap mendorong agar pemerintah pusat membantu biaya pembangunan
Bandara. Apa yang menjadi kebutuhan Lampung, beliau akan perjuangkan ke
pusat," kata Fahrizal, usai rapat dengan Asisten II Bidang Ekonomi dan
Pembangunan Adeham serta anggota DPR Musa Zainudin, Jumat (16/1/2015).
Dia mengungkap, Pemprov Lampung tahun ini sudah menganggarkan dana khusus sebesar Rp48 milyar untuk pembebasan lahan seluas 36 hektar. "Seharusnya sih bulan Juni sudah bisa selesai. Insya Allah bisa tercapai," ujarnya, seperti dilansir Harianlampung.
Selain itu, kata Fahrizal, rapat itu juga membahas tentang perbaikan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung. Ada beberapa ruas jalan provinsi yang akan diajukan menjadi jalan nasional, diantaranya Jalan Simpang PJR-Sribawono, Simpangpematang-Rawajitu dan jalan tembus Kabupaten Tulangbawang Barat-Way Kanan.
Dia mengungkap, Pemprov Lampung tahun ini sudah menganggarkan dana khusus sebesar Rp48 milyar untuk pembebasan lahan seluas 36 hektar. "Seharusnya sih bulan Juni sudah bisa selesai. Insya Allah bisa tercapai," ujarnya, seperti dilansir Harianlampung.
Selain itu, kata Fahrizal, rapat itu juga membahas tentang perbaikan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung. Ada beberapa ruas jalan provinsi yang akan diajukan menjadi jalan nasional, diantaranya Jalan Simpang PJR-Sribawono, Simpangpematang-Rawajitu dan jalan tembus Kabupaten Tulangbawang Barat-Way Kanan.
"Jalan-jalan
strategis ini yang akan kita dorong menjadi jalan nasional. Kita minta
pemerintah pusat melalui APBN memperbaiki ruas jalan tersebut,"
jelasnya. (*)
