Hubungan Panas-Dingin, Pengamat: Jokowi-JK Gila - MEDIA ONLINE

Hot

Thursday, March 19, 2015

Hubungan Panas-Dingin, Pengamat: Jokowi-JK Gila

 Jokowi-Jusuf Kalla 

JAKARTA - Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies, Josep Kristiadi, berpendapat Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, merupakan pasangan 'gila'. Alasannya, mereka merupakan pasangan yang harus terjadi lantaran ada realitas politik.

"Mereka mengikuti pendapat umum yang menyatakan pasangan inilah yang paling memungkinkan menang (pemilihan presiden). Tapi, chemistry-nya enggak nemu," ujarnya, seperti dilansir dari Tempo pada Kamis (19/3/2015). 

Menurut Kristiadi, kurangnya "kecocokan" tersebut dipicu oleh faktor psikologis usia, jabatan, dan pengalaman sebelumnya. Saat Jokowi menjabat Wali Kota Solo, Kalla sudah menjadi wapres bagi Susilo Bambang Yudhoyono.

Apalagi, saat itu, Kalla digadang-gadang sebagai the real president lantaran vokal mengambil keputusan dengan cepat dibanding SBY. Selain itu, kata dia, Kalla kerap terlalu cepat berkomentar tentang suatu kasus, padahal belum memahami kasusnya secara mendalam. 

"Bagi JK, kesan pertama adalah penting, walaupun kurang mendalami isu," ujarnya.

Dalam beberapa kasus, sikap Jokowi dan Kalla terlihat berbeda secara mencolok. Misalnya, sikap Kalla yang berkeras menginginkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan dilantik menjadi Kepala Kepolisian RI.

Jokowi akhirnya membatalkan pelantikannya dan mengangkat Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti untuk menggantikan Budi. 

"Kalla bersikap demikian karena merasa Budi berjasa meyakinkan Megawati untuk menjadi wakilnya Jokowi," ujar dia.

Meski demikian, Kristiadi yakin hubungan mereka akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Saat ini, menurut dia, Kalla sedang menahan diri untuk menyeimbangkan dengan sikap Jokowi. 

"JK akan bisa membuat Jokowi nyaman, bukan terbayang-bayang senioritas," ujar dia. (*)

Post Top Ad