![]() |
| Gubernur Lampung Ridho Ficardo (baju batik) bersama dalang Ki Enthus Susmono saat pergelaran wayang semalam suntuk di Bandar Lampung, Kamis -Jumat (19-20/3/2015). (ist) |
LAMPUNG - Terkait program umroh gratis yang diikuti sejumlah warga Mesuji, Lampung, Gubernur M. Ridho Ficardo meminta Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengusut kebenarannya. Mereka diduga menjadi korban dan diajak bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Pemerintah Provinsi Lampung sudah berkoordinasi dengan seluruh aparat penegak hukum, untuk mengantisipasi dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami meminta Polda mengusut kebenaran program itu," tegasnya, Jumat (20/3/2015). Ridho menambahkan, diperlukan ada penyadaran dan pendekatan khusus kepada warga masyarakat, agar tidak mudah terbujuk bergabung dengan ISIS. Salah satunya dengan menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan lain-lain.
“Masyarakat Lampung jangan cepat cepat tergiur dengan program umrah gratis yang tidak jelas sumber pembiayaan,” imbau Ridho. Gubernur meminta kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparatur pemerintah agar turun langsung untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.
“Masalah ini menjadi tugas bersama untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahayanya kelompok ISIS,” kata Ridho, seperti dilansir Viva.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 21 warga Mesuji diduga direkrut untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Mereka dijanjikan akan diberangkatkan umrah gratis dengan diiming-imingi sejumlah uang. Namun, puluhan warga Mesuji ini tak kunjung diberangkatkan. Mereka hanya ditempatkan di hotel di Malang selama berbulan-bulan. (*)
