![]() |
| Dokter di TNWK Lampung Timur tengah memberikan obat anti virus kepada anak gajah di pusat konservasi gajah. (ist) |
LAMPUNG - Pihak Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Provinsi Lampung menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kematian anak gajah selama tiga bulan terakhir. Diketahui, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sudah empat anak gajah yang mati. Penyebaran virus sejenis herves ini baru pertama kalinya terjadi di kawasan tersebut.
"Kalau di kita sekarang siaga I. Dari satu jenis penyakit menimpa gajah dan ada peluang untuk terjadinya pada lainnya, karena di tempat kita masih ada yang kecil-kecil, dan memungkinkan ada penularan lagi," ujar Kepala Seksi Wilayah III Kuala Penet TNWK Lampung Timur, Antonius Fevri, Rabu (4/2/2015)
Antonius mengatakan, gajah anakan itu terkena elephant endoteliotropic herves yang menyebabkan kematian. Pada gajah yang terserang virus itu terlihat gejala berupa kondisi fisik yang melemah dan lidah berwarna biru pekat, seperti dilansir Portalkbr.
Untuk
mencegah penularan, tim kesehatan TNWK Lampung Timur memberikan obat
anti virus dua kali sehari kepada anakan gajah selama 20 hari, sejak
terjadinya kematian anakan gajah yang keempat, tiga hari lalu. Selain
itu tim juga melakukan pemisahan kandang antara gajah dewasa dengan
gajah anakan untuk mengurangi penularan pada gajah lainnya. (*)
