LAMPUNG SELATAN -
Pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi
Lampung, menghimbau masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran
penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama musim pancaroba saat ini.
Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Rodhi, menjelaskan, sepanjang musin pancaroba ini sudah terjadi 43 kasus DBD, dengan rincian, pada November 2014 ada 17 kasus, Desember 23 kasus dan tiga kasus pada Januari 2015.
"Saat-saat itu (pancaroba) waktunya pertumbuhan dan berkembangnya nyamuk aedes aegipty. Sehingga kejadian DBD bisa terjadi," kata dia, di Kalianda, Jumat (16/1/2015).
Rodhi menyebutkan, Kecamatan Jati Agung dan Natar merupakan wilayah terbanyak kasus DBD. Karena itu masyarakat diminta untuk menerapkan 3M-plus (mengubur, menguras, menimbun dan menaburkan bubuk abate) secara rutin untuk meminimalisasikan mewabahnya nyamuk penyebab DBD.
Dia menilai, melakukan pengasapan atau fogging focus tidak akan menyelesaikan permasalahan untuk perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty, seperti dilansir Skalanews.
"Tetap harus menerapkan 3M-Plus, karena fogging ini memiliki batas jangkauan jarak, hanya 100 meter dari titik kejadian," ujar Ahmad Rodhi. (*)
Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Rodhi, menjelaskan, sepanjang musin pancaroba ini sudah terjadi 43 kasus DBD, dengan rincian, pada November 2014 ada 17 kasus, Desember 23 kasus dan tiga kasus pada Januari 2015.
"Saat-saat itu (pancaroba) waktunya pertumbuhan dan berkembangnya nyamuk aedes aegipty. Sehingga kejadian DBD bisa terjadi," kata dia, di Kalianda, Jumat (16/1/2015).
Rodhi menyebutkan, Kecamatan Jati Agung dan Natar merupakan wilayah terbanyak kasus DBD. Karena itu masyarakat diminta untuk menerapkan 3M-plus (mengubur, menguras, menimbun dan menaburkan bubuk abate) secara rutin untuk meminimalisasikan mewabahnya nyamuk penyebab DBD.
Dia menilai, melakukan pengasapan atau fogging focus tidak akan menyelesaikan permasalahan untuk perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty, seperti dilansir Skalanews.
"Tetap harus menerapkan 3M-Plus, karena fogging ini memiliki batas jangkauan jarak, hanya 100 meter dari titik kejadian," ujar Ahmad Rodhi. (*)
