LAMPUNG - Selama periode tahun 2014, realisasi volume ekspor kopi asal Provinsi Lampung mengalami penurunan yang cukup tajam. Penurunan ini hampir 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Turunnya ekspor komoditas andalan dari Lampung tersebut akibat merosotnya produksi kopi pada tahun tersebut.
Menurut data AEKI Lampung, total ekspor biji kopi dari Lampung tahun 2014 sebesar 216, 5 ribu ton senilai 427,7 juta dolar AS. Sementara ekspor kopi Lampung pada tahun 2013 mencapai sebesar 346 ribu ton dengan nilai 640,54 juta dolar AS. Artinya terjadi penurunan sekitar 129 ribu ton atau hampir 40 persen senilai 212,84 juta dolar AS.
Menurut Ketua Renlitbang AEKI Lampung Muchtar Lutfie, turunnya ekspor kopi tersebut akibat merosotnya produksi kopi petani di daerah ini pada tahun tersebut.
“Memang diperkirakan terjadi penurunan produksi kopi tahun lalu sekitar 40 persen, sehingga berpengaruh terhadap ekspor kopi,” ujar Muchtar di Bandar Lampung, seperti dilansir Sinarharapan pada Selasa (20/1/2015).
Turunnya produksi kopi tersebut disebabkan cuaca ekstrim yang lebih banyak hujan saat tanaman kopi berbunga akhir tahun 2013 yang panen pertengahan 2014.
“Sebagian besar bunga kopi rontok akibat diguyur hujan terus menerus sehingga sedikit yang menjadi buah,” lanjutnya.
Lalu untuk panen tahun ini Muchtar memperkirakan, produksi kopi kembali
pulih karena hujan akhir tahun lalu tidak sebanyak akhir tahun 2013.
Diperkirakan mulai panen kopi jatuh pada bulan Mei hingga Juni 2015
mendatang.
Saat ini, luas lahan perkebunan kopi di Lampung sekitar 160.565 hektare atau 472,01 juta pohon yang diusahakan sekitar 202.858 kepala keluarga petani dan produksi sekitar 140 ribu ton/tahun.
Sentra kopi di Provinsi Lampung terdapat di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Tanggamus dan Lampung Utara. Dari lima kabupaten tersebut, Lampung Barat merupakan sentra terbesar dengan produksi sebanyak 60 hingga 70 ribu ton/tahun. (*)
Saat ini, luas lahan perkebunan kopi di Lampung sekitar 160.565 hektare atau 472,01 juta pohon yang diusahakan sekitar 202.858 kepala keluarga petani dan produksi sekitar 140 ribu ton/tahun.
Sentra kopi di Provinsi Lampung terdapat di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Tanggamus dan Lampung Utara. Dari lima kabupaten tersebut, Lampung Barat merupakan sentra terbesar dengan produksi sebanyak 60 hingga 70 ribu ton/tahun. (*)
